Sunday, 25 February, 2024

Nahdliyyin Lamongan Jadi Kurator Pameran Komite Hijaz


nulamongan.or.id, Lamongan – Perhelatan acara 1 abad Nahdlatul Ulama semakin hari semakin meriah, Indonesia seperti sedang diguncang oleh hentakan semangat mengibarkan panji-panji Islam rahmatan lil’alamin. Hampir di setiap pojok kota menggema lantunan sholawat, dzikir, dan munajat untuk kemashlahatan ummat dan bangsa. Nahdlatul Ulama telah membuktikan komitmennya untuk menjaga NKRI lahir batin.

Rangkain demi rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan penuh khidmat, mulai dari kick-off sampai acara puncak yang akan diselenggarakan di Sidoarjo tanggal 7 Februari besok. Namun ada satu hal yang cukup menarik perhatian, yaitu Pameran Komite Hijaz yang diselenggarakan di Surabaya dan Jombang tanggal 5-6 Februari oleh LESBUMI dan LTN.

Berawal dari berita yang dirilis resmi oleh NU Online diikuti media nasional lain, kemudian beredarnya video teaser Pemeran Komite Hijaz di media sosial, semakin membuat penasaran karena di dalam video tersebut disampaikan bahwa bukti-bukti sejarah perjalanan komite Hijaz mulai dari foto-foto, dokumen, peta perjalanan, bahkan jadwal keberangkatan kapal yang ditumpangi Utusan Komite Hijaz akan ditampilkan dalam pameran tersebut. Hal itu disampaikan oleh kurator pameran, Diaz Nawaksara, yang ternyata merupakan warga nahdliyyin dari Lamongan.

Menurut informasi yang tersebar di internet, Diaz Nawaksara dikenal publik sebagai ahli aksara Nusantara, nama aslinya adalah Didin Ahmad Zaenudin yang disingkat “Di.A.Z”. Ia adalah warga nahdliyyin dari desa Dagan kecamatan Solokuro yang juga pernah menjadi pengurus Lesbumi PBNU periode 2015-2020 yang diketuai Almarhum K.Ng.H. Agus Sunyoto. Tim Media Center PCNU Lamongan berkesempatan wawancara langsung dengan Kang Diaz untuk menanyakan seputar Pameran Komite Hijaz. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diinisiasi oleh LESBUMI dan LTN dengan sumber kuratorial dari buku Komite Hijaz yang sedang digarapnya.

“Alhamdulillah, walaupun buku Komite Hijaz yang kami kerjakan masih dalam proses, tapi data-data pendukungnya berupa dokumen dan foto-foto bersejarah sudah bisa turut andil dalam kegiatan menyabut 1 abad NU melalui pameran yang diinisiasi oleh Lesbumi dan LTN.” Kang Diaz menyampaikan dalam wawancaranya.

Dari sumber berita lain yang dirilis melalui akun media sosial Dawuh Guru, ada 9 tema yang akan ditampilkan pada Pameran Komite Hijaz di antaranya mengenai situasi negeri Hijaz setelah kemenangan Ibnu Saud, dilaksanakannya Mu’tamar Islam dunia di Makkah tahun 1926, Respon para ulama di Hindia, Proses pembentukan Komite Hijaz dan pendirian organisasi Nandlatoel Oelama, Catatan perjalanan Utusan Komite Hijaz, dan dokumen surat NU serta balasan dari Raja Hijaz.

“Secara garis besar, pemeran Komite Hijaz akan bercerita tentang proses berdirinya organisasi Nahdlatoel Oelama yang merupakan wadah para ulama Ahlussunnah dan Ahlulmazhab, menyikapi paradigma dunia islam dalam konteks nasional dan internasional.” Kang Diaz menambahkan.

Sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama memang tidak bisa lepas dari adanya Komite Hijaz. Namun sejarah mengenai komite Hijaz sendiri masih belum banyak dibicarkan. Melalui pameran ini diharapkan sejarah Nahdlatul Ulama semakin terang dan kisa-kisah didalamnya bisa dipetik untuk teladan warga nahdliyyin hari ini.

“Setalah satu abad perjalananya, kami santri Nahdlatul Ulama mencoba mengangkat catatan perjalanan Komite Hijaz ke permukaan melalui Buku dan Pameran, Dengan harapan pengabdian dan khidmat kami mendapat berkah dan semangat baru dalam menghadapi Abad ke-2 Nahdlatul Ulama.” Pungkas kang Diaz. (Habibi)

0 comments on “Nahdliyyin Lamongan Jadi Kurator Pameran Komite Hijaz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *