Lamongan, nulamongan.or.id — Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Sugihan, Kecamatan Solokuro, Lamongan, bersama MWC NU Solokuro dan Lazisnu pada Ahad (20/9/2026) memulai program Bedah Rumah. Kali ini diperuntukan bagi seorang anggota Ansor. Ditargetkan rumah rampung dan siap huni dalam waktu sekitar 20 hari.
Rumah yang dibedah milik Jumali Usman, di RT 10 RW 2 Desa Sugihan. Bangunan, yang sebelumnya sudah dibongkar pada hari Jumat dengan bantuan sahabat-sahabat Ansor, itu berukuran 7 x 5 meter. Menurut panitia, hasil akhirnya adalah rumah layak huni.

Pembongkaran rumah hari Jumat oleh sahabat-sahabat Ansor

Pembongkaran rumah hari Jumat oleh sahabat-sahabat Ansor

Pembongkaran rumah hari Jumat oleh sahabat-sahabat Ansor
Pembukaan kegiatan hari Ahad itu diisi sambutan dari ketua panitia, pengurus NU ranting, perwakilan pengurus cabang, dan dari keluarga pemilik rumah. Hadir pula Ketua Tanfidziah PCNU Lamongan, Ketua MWC NU Solokuro, Ketua Ranting Sugihan, Kepala Desa Sugihan, Syuriyah MWC Solokuro dan Syuriyah Ranting Sugihan, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, dan perwakilan Lazisnu dan Banom.

Makan bersama

Peletakan batu pertama
Ketua Panitia, Imam Sudarsono, menuturkan bahwa kegiatan ini murni bermula dari rasa kepedulian atas aduan warga. Ia merasa terhormat dan terpanggil, karena di zaman sekarang ternyata masih ada rumah warga dengan kondisi demikian. Tantangan terbesar, kata dia, hanya soal pendanaan. Meski sejauh ini prosesnya diberi kelancaran.
Untuk kali ini penerima bantuan tidak dipilih tim khusus. Panitia menerima curhatan atau aduan dari keluarga pemilik rumah, dan dibahas bersama BPD dan ranting, lalu dieksekusi bersama.
Pendanaan berasal dari donatur perorangan, dari Lazisnu, mitra, ditambah kontribusi warga NU setempat. Sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah. Namun, panitia menyatakan tidak menolak bila ada dukungan.
Kiai Syahrul Munir, selaku Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan, menyebut bahwa ini bedah rumah ke-10 yang dilaksanakan NU di Lamongan. Kali ini giliran desa Sugihan, Solokuro. Pendanaan berasal dari warga NU Sugihan, Solokuro, dan sekitarnya, termasuk para warga dan alumni yang berada di luar negeri.
Ia menegaskan bahwa program ini berpijak pada prinsip Mabadi‘ Khoiri Ummah, yakni salah satunya ta’awun atau tolong-menolong. “Atas spirit inilah kita hadir membersamai umat, memenangi masa depan,” tuturnya. Ia menambahkan, rumah ini menjadi kado terindah bagi salah satu kader Banser dan Ansor Ranting Sugihan yang aktif mengawal kegiatan NU.
Kepala Desa Sugihan menyambut baik program tersebut. Menurutnya, langkah NU ranting sangat membantu pemerintah desa, yang pada kali ini, dalam hal menangani rumah kurang layak huni salah satu warganya. Ketua MWC NU Solokuro, Fattah Amin, berharap program serupa bisa melampaui desa Sugihan, sekaligus mendoakan supaya keluarga penerima senantiasa istiqomah berkhidmah di Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dan masyarakat.
Ke depan, panitia menargetkan bedah satu rumah setiap tahun. Juga berharap jangkauannya tidak hanya di Desa Sugihan. Setelah pembangunan selesai, panitia akan melaporkan pendapatan dan penggunaan dana, baik berupa uang, material, maupun tenaga, secara terbuka kepada para donatur dan pengurus NU.
Sementara itu, Kiai Syahrul Munir menyebut bahwa NU Ranting Sugihan sebagai salah satu ranting berprestasi dengan penilaian akreditasi A. Lembaga dan banom aktif semuanya. Ia berharap semangat dan capaian ini menular ke MWC dan ranting lain di Lamongan.
“Saya tidak bisa memberi imbalan apa-apa, hanya doa untuk semua bapak-bapak NU dan semuanya.” – Jumali, pemilik rumah
Jumali menyampaikan terima kasih kepada Lazisnu, Ranting NU Sugihan, dan sahabat-sahabat Ansor yang telah membantu.

Keluarga Jumali beserta istri

Pihak-pihak yang hadir