Doa; Antara Mitos dan Fakta
Oleh Asrifin An Nakhrawie
Ketua LTN PCNU Lamongan
Doa itu punya kekuatan. Di dalamnya tersimpan power luar biasa yang bisa dijadikan perlindungan sekaligus penyelesaian. Kekuatan doa tak terlihat kasat mata dan tak bisa diukur dengan alur logika. Namun demikian kekuatan doa itu bukan mitos belaka.
“Kekuatan doa tak terlihat kasat mata dan tak bisa diukur dengan alur logika. Namun demikian kekuatan doa itu bukan mitos belaka.”
Rasulullah SAW pernah menceritakan betapa ketika manusia tak mampu berbuat apa-apa dan tak bisa berharap kepada siapa-siapa, doa hadir sebagai penolongnya. Sebuah hadits menceritakan bahwa ada tiga orang terjebak di dalam sebuah gua setelah pintunya tertutup oleh batu besar. Mereka tidak memiliki kekuatan untuk memindahkan batu tersebut dan tidak menemukan jalan keluar. Dalam keputusasaan mereka menyadari bahwa hanya Allah yang mampu menolongnya. Mereka pun lalu melakukan ritual doa.
Masing-masing berdoa kepada Allah dengan menyebut amal saleh terbaik yang pernah mereka lakukan. Orang pertama berdoa dengan perantara baktinya kepada kedua orang tua. Ia pernah mendahulukan kebutuhan ayah dan ibunya yang sudah renta dibanding kebutuhan anak-anaknya sendiri demi mencari ridha Allah.
Orang kedua berdoa dengan perantara ketakwaannya. Ia pernah mengurungkan niat berbuat maksiat dengan wanita yang sangat dicintainya karena takut kepada Allah.
Orang ketiga berdoa dengan perantara kejujurannya. Ia menjaga dan mengembangkan upah seorang pekerja yang belum sempat diambil pemiliknya hingga berkembang menjadi harta yang banyak, lalu menyerahkannya seluruhnya tanpa mengurangi sedikit pun.
Dan fakta menunjukkan, setiap kali salah satu dari mereka selesai berdoa, batu besar yang menutupi gua bergeser sedikit demi sedikit. Hingga setelah doa orang ketiga, batu tersebut terbuka sepenuhnya dan mereka berhasil keluar dengan selamat.
Kisah ini menunjukkan bahwa doa memiliki kekuatan yang luar biasa. Ketika akal tidak lagi mampu menemukan jalan keluar dan kekuatan manusia tidak lagi dapat memberikan pertolongan, doa menjadi senjata yang mampu mendatangkan bantuan Allah.
Kekuatan doa tidak selalu dapat dijelaskan dengan logika manusia, tetapi keberadaannya nyata. Karena sumber kekuatannya adalah Allah SWT, maka tidak ada kekuatan lain yang dapat menandinginya.
“Saat segala usaha telah dilakukan dan jalan terasa tertutup, doa tetap menjadi harapan yang mampu memberikan solusi.”