Thursday, 05 August, 2021

Tadarus Budaya dan Tahlil untuk KH. Agus Sunyoto Digelar di Pendopo Dalem Kesepuhan Sunan Dajat


nulamongan.or.id, Paciran- Pengurus Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi)  MWC NU Paciran menggelar acara bertajuk “Menyelami Ajaran Sunan Drajat dalam manuskrip Khatrah“. Kegiatan yang berlangsung selepas sholat Taraweh di Pendopo Ndalem Keluarga Sunan Drajat tersebut menghadirkan Kolektor manuskrip peninggalan Sunan Drajat, yakni Rahmat Dasy dan sejarawan yang juga dari keluarga Trah Drajat Raden Imam Muslihin.

Dalam acara yang diselenggarakan pada hari Selasa (27/4) tersebut, Rahmat Dasy sebagai pemantik menyampaikan perihal banyaknya manuskrip yang belum tersentuh dan dikaji lebih mendalam dari ajaran-ajaran Raden Qosim tersebut. Khatrah yang berarti krentek-e ati (basa jawa) memiliki tafsir yang begitu fundamental mengenai ikhwal ketauhidan. Empat nilai yang terkandung dalam salah satu manuskrip itu adalah malakiyun, aqliyun, nafsaniyun dan syaithoniyun.

Diskusi yang mengupas isi Khatrah itu berlangsung gayeng. Peserta yang didominasi dari kaum muda begitu antusias menyimak papaparan dari kedua narasumber tersebut. Raden Imam menyampaikan bagaimana metode dakwah yang selama ini digunakan oleh Sunan Drajat dalam penyebaran Islam di masyarakat sekitar hingga menjadi epicentrum kebudayaan Islam di wilayah pesisir Lamongan.

Dengan adanya acara seperti ini, paling tidak kita sebagai generasi muda bisa tahu, tentang pitutur-piyutur luhur yang ada dalam manuskrip-manuskrip Raden Qosem Sunan Drajat” tutur Lukman, selaku ketua Lesbumi MWC NU Paciran.

Acara tadarus budaya ini juga diawali dengan pembacaan tahlil atas wafatnya Ketua Lesbumi PBNU, Bapak KH. Agus Sunyoto tadi pagi, dilanjut dengan perform teatrikal dari teater srulink Insud, dan Pembacaan puisi oleh saudara Mahrus Ali dan Maidi Abe selaku sastrawan Lamongan.

Lukman menambahkan bahwa acara seperti ini akan terus diagendakan setiap malam purnama.

Kajian kebudayaan seperti ini akan terus kita kembangkan sesuai permintaan para kiyai, karna seiring jaman kebudayaan dan tradisi peninggalan leluhur semakin ditinggalkan oleh kaum millenial” ujar cak tohex panggilan akrab Lukman Hakim. (red)

0 comments on “Tadarus Budaya dan Tahlil untuk KH. Agus Sunyoto Digelar di Pendopo Dalem Kesepuhan Sunan Dajat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *