Tuesday, 26 October, 2021

Hukum Mewakilkan Undangan Walimah (Resepsi)


nulamongan.or.id,-Menghadiri undangan walimah adalah wajib (kecuali ada udzur)

Lalu bagaimana jika ada udzur, apa boleh diwakilkan pada orang lain?

Menurut kitab Bulghatut Thullāb fī Talkhīshi fatāwā Masyāyikhil Anjāb menghadiri undangan walimah adalah kewajiban yang tidak bisa digantikan, dengan 2 alasan :

1). Berpijak pada kaidah
لأن كل ما سقط بالعذر لا يقبل النيابة
“sebab setiap hal yang bisa gugur karena adanya udzur, maka tidak dapat digantikan orang lain.

2). Tujuan mengundang seseorang adalah menanti kehadirannya, bukan semata-mata menikmati hidangannya. Oleh sebab itu menghadiri undangan walimah (pernikahan) tetap wajib bagi orang yang berpuasa, atau sunnah (dalam kasus walimah selain pernikahan).

Hukum orang yang menghadiri undangan walimah atas nama wakil ada 2 katagori :

1). Jika yang mengundang ridha dengan kehadirannya, maka status dia adalah tamu sendiri (Istiqlāl | bukan wakil).

2). Jika yang mengundang tidak ridha, maka status dia adalah thufaili (tamu liar) yang tergolong maksiat.
Konsekwensinya, jika dia ikut makan, maka dia wajib dhaman (ganti rugi) dengan makanan yang sama atau dengan harga yang senilai dengan makanan tersebut, kecuali orang yang mengundang membebaskan tanggungan tersebut.

Terkait buah tangan untuk para tamu undangan (suvenir, snack, atau lainnya, red) yang biasanya dibawa pulang, jika tuan rumah menegaskan bahwa pemberian tersebut untuk para hadirin, dengan pemahaman bahwa jika seorang wakil maka diperuntukkan untuk orang yang mewakilkan padanya, maka pemberian tersebut merupakan amanah yang wajib diberikan pada pemiliknya, jika tidak diberikan maka dalam hal demikian berlaku dua keadaan yang dijelaskan di atas (yakni jika ridha maka statusnya sebagai tamu sendiri, jika tidak maka wajib dhaman (ganti rugi)”

**

بلغة الطلاب ص ٣٢٧.
مسألة ق: إجابة الوليمة سواء كانت عرسا أو غيره لا تقبل النيابة فلا يصح الوكيل فيها لأن كل ما سقط بالعذر لا يقبل النيابة ولأن المقصود مجرد الحضور لا الأكل ولذلك يجب على الصائم الحضور أو يسنّ فلو جاز التوكيل لجاز توكيل الصائم غيره في الحضور
ومن حضر الوليمة باسم الوكيل فلا يخلو من أحد الأمرين إما أن يرضى صاحب الدعوة بحضوره فيكون مدعوا استقلالا أو لا فيكون طفيليا عاصيا، وإذا أكل ضمن بالمثل أو القيمة الا أن يبرئه صاحب الدعوة وهدية الداعي للمدعوين التي يرجعون بها إلى بيوتهم ان صرّح لمن حضر بزعم أنّه وكيل أنّها لمن وكله فهي في أمانة يجب عليه إيصالها إلى من هي له وإلّا فالأمر يجري على أحد الحالين السابقين.

4 comments on “Hukum Mewakilkan Undangan Walimah (Resepsi)

Afandi

Mantul. Lanjutkan LBM Lamongan

Reply
Furqon Skd

trimakasih pak

Reply
Taufiq

مانناغ

Reply
Furqon Skd

syukron ya ustad

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *